Makalah Media Transmisi

![]() |
BAB I
PENDAHULUAN
DISUSUN
OLEH :
NAMA
KELOMPOK : NIM
:
RINA LIMBONG
1304411019
HIKMAWATI 1304411029
LITA
KRISTINA 1304411014
RENI ADI
MARTALITA 1304411007
ABDI
UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO
TEKNIK INFORMATIKA
TAHUN
2014/2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan
kepada Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahamat dan anugrah-Nya kepada
kami semua sehiingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah ini sesuai waktu
yang telah di tentukan. Terima kasih kamu ucapkan kepada dosen media transmisi,
bapak yang selalu memberikan bimbingan kepada kami semua sehingga kami dapat
menyelesaikan tugas makalah ini dengan judul ”MEDIA TRANSMISI”.
Pembuatan
makalah ini merupakan salah satu tugas mahasiswa untuk memenuhi nilai diskusi .
mengharap kritik dan saran dari semua pihak yang dapat kami jadikan
koreksi dalam pembuatan makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat dan
dapat dipergunakan dengan sebaik mungkin sehingga akan menghasilkan hasil yang
memuaskan dan sesuai keinginan.
Palopo,20 september 2014
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR i
DAFTAR ISI ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang 1
B. Rumusan masalah 2
C. Tujuan 2
D. Manfaat penulisan 2
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian media transmisi 3
B. Media transmisi guided 4
C. Media transmisi unguided 10
BAB III PENUTUP
Kesimpulan 11
Saran 12
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Komunikasi data adalah proses pengiriman dan penerimaan
data/informasi dari dua atau lebih device (alat, sepert ikomputer / laptop / printer / dan alat komunikasi lain.lapisan-lapisan
komunikasi data biasanya menggunakan standar OSI. Model referensi jaringan
terbuka OSI atau OSI Reference Model for Open Networking adalah sebuah model
arsitektur jaringan yang dikembangkan oleh badan International Organization for
Standarization (ISO) di Eropa pada tahun 1977. OSI sendiri merupakan singkatan
dari (Open System Interconnection). Model ini disebut juga dengan "Model
Tujuh Lapis OSI" (OSI Seven Layer Models).
Media
transmisi merupakan bagian dari lapisan paling bawah dari lapisan-lapisan OSI
yaitu Physical. Media transmisi ini merupakan bagian dasar yang paling
diutamakan sebelum memulai transmisi data. Di sisi lain, media transmisi ini
sulit dikuasai oleh para programmer atau bahkan diabaikan karena dianggap hanya
untuk pekerja kasar. Padahal media transmisi merupakan dasar sebelum memulai
membangun jaringan untuk melakukan transmisi data. Oleh Karena itu penulis
membuat makalah yang berjudul “Media Transmisi” untuk menjawab
permasalahan-permasalahan tersebut.
B.
Rumusan Masalah
Dari uraian latar belakang di atas,
beberapa permasalahan yang akan dibahas pada makalah ini adalah:
1.
Apa definisi
Media Transmisi?
2.
Apa media
transmisi yang termasuk jenis media transmisi Guided?
3.
Apa media
transmisi yang termasuk jenis media transmisi Unguided?
B.
Tujuan
Yang menjadi tujuan dari penulisan makalah ini adalah:
1.
Mengetahui
definisi Media Transmisi.
2.
Mengetahui
media transmisi yang termasuk jenis media transmisi Guided.
3.
Mengetahui
media transmisi yang termasuk jenis media transmisi Unguided?
C.
Manfaat
Penelitian
Bagi Penulis
·
Menambah
pengalaman dan pengetahuan bagi Penulis tentang Media Transmisi.
Bagi Masyarakat
·
Menambah
pengalaman dan pengetahuan pada Masyarakat tentang Media Transmisi.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Media Transmisi
Media transmisi adalah media yang menghubungkan antara
pengirim dan penerima informasi (data), karena jarak yang jauh, maka data
terlebih dahulu diubah menjadi kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan
dimanipulasi dengan berbagai macam cara untuk diubah kembali menjadi data.
Media transmisi digunakan pada beberapa peralatan elektronika untuk
menghubungkan antara pengirim dan penerima supaya dapat melakukan pertukaran
data. Beberapa alat elektronika, seperti telepon, komputer, televisi, dan radio
membutuhkan media transmisi untuk dapat menerima data. Seperti pada pesawat
telepon, media transmisi yang digunakan untuk menghubungkan dua buah telepon
adalah kabel. Setiap peralatan elektronika memiliki media transmisi yang
berbeda-beda dalam pengiriman datanya.
Jenis media transmisi ada dua, yaitu Guided dan Unguided.
Guided transmission media atau media transmisi terpandu merupakan jaringan yang
menggunakan sistem kabel. Unguided transmission media atau media transmisi
tidak terpandu merupakan jaringan yang menggunakan sistem gelombang.
B. Media Transmisi
Guided
Guided media menyediakan jalur transmisi sinyal yang
terbatas secara fisik, meliputi twisted-pair cable, coaxial cable (kabel
koaksial) dan fiber-optic cable (kabel serat optik). Sinyal yang melewati
media-media tersebut diarahkan dan dibatasi oleh batas fisik media.
Twisted-pair dan coaxial cable menggunakan konduktor logam yang menerima dan
mentransmisikan sinyal dalam bentuk aliran listrik. Optical fiber/serat optik
menerima dan mentransmisikan sinyal data dalam bentuk cahaya.
a.
Twisted-Pair Cable
Kabel
twisted-pair terdiri atas dua jenis yaitu shielded twisted pair biasa disebut
STP dan unshielded twisted pair (tidak memiliki selimut) biasa disebut UTP.
Kabel twisted-pair terdiri atas dua pasang kawat yang terpilin. Twisted-pair
lebih tipis, lebih mudah putus, dan mengalami gangguan lain sewaktu kabel
terpuntir atau kusut. Keunggulan dari kabel twisted-pair adalah: apabila
sebagian kabel twisted-pair rusak, tidak seluruh jaringan terhenti, sebagaimana
yang mungkin terjadi pada coaxial. Kabel twisted-pair terbagi atas dua yaitu:
·
Shielded Twisted-Pair (STP)

Gambar
2. Shielded Twisted-Pair (STP)
Kabel STP mengkombinasikan teknik-teknik perlindungan dan
antisipasi tekukan kabel. STP yang peruntukan bagi instalasi jaringan internet,
memiliki resistansi atas interferensi elektromagnetik dan frekuensi radio tanpa
perlu meningkatkan ukuran fisik kabel. Kabel Shielded Twister-Pair nyaris
memiliki kelebihan dan kekurangan yang sama dengan kabel UTP. Satu hal
keunggulan STP adalah jaminan proteksi jaringan dari interferensi-interferensi
eksternal, sayangnya STP sedikit lebih mahal dibandingkan UTP.
Tidak seperti kabel coaxial, lapisan pelindung kabel STP
bukan bagian dari sirkuit data, karena itu perlu diground pada setiap ujungnya.
Pada prakteknya, melakukan ground STP memerlukan kejelian. Jika terjadi
ketidaktepatan, dapat menjadi sumber masalah karena bisa menyebabkan pelindung
bekerja sebagai layaknya sebuah antenna; menghisap sinyal-sinyal elektrik dari
kawat-kawat dan sumber-sumber elektris lain disekitarnya. Kabel STP tidak dapat
dipakai dengan jarak lebih jauh sebagaimana media-media lain (seperti kabel
coaxial) tanpa bantuan device penguat (repeater).
·
Unshielded Twisted-Pair (UTP)
Untuk UTP terdapat pula pembagian jenis yakni:
ü Category
1 : sifatnya mampu mentransmisikan data kecepatan rendah. Contoh: kabel
telepon.
ü Category
2 : sifatnya mampu mentransmisikan data lebih cepat dibanding category 1. Dapat
digunakan untuk transmisi digital dengan bandwidth hingga 4 MHz.
ü Category
3 : mampu mentransmisikan data hingga 16 MHz.
ü Category
4 : mamu mentransmisikan data hingga 20 MHz.
ü Category
5 : digunakan untuk transmisi data yang memerlukan bandwidth hingga 100 MHz.

Gambar
3. Unshielded Twisted-Pair (UTP)
UTP juga mensuport arsitektur-arsitektur jaringan pada
umumnya sehingga menjadi sangat popular.
ü Kecepatan dan keluaran: 10 – 100 Mbps
ü Biaya rata-rata per node: murah
ü Media
dan ukuran: kecil
ü Panjang kabel maksimum yang diizinkan : 100m (pendek).
Kabel UTP memiliki
banyak keunggulan. Selain mudah dipasang, ukurannya kecil, juga harganya lebih
murah dibanding media lain. Kekurangan kabel UTP adalah rentang terhadap efek
interferensi elektris yang berasal dari media atau perangkat-perangkat di
sekelilingnya. Meski begitu, pada prakteknya para administrator jaringan banyak
menggunakan kabel ini sebagai media yang efektif dan cukup diandalkan.
b.
Coaxial Cable (Kabel
Koaksial)

Gambar 4. Coaxial Cable (Kabel Koaksial)
Kabel coaxial atau popular disebut “coax” terdiri atas
konduktor silindris melingkar, yang menggelilingi sebuah kabel tembaga inti
yang konduktif. Untuk LAN, kabel coaxial menawarkan beberapa keunggulan.
Diantaranya dapat dijalankan dengan tanpa banyak membutuhkan bantuan repeater
sebagai penguat untuk komunikasi jarak jauh diantara node network, dibandingkan
kabel STP atau UTP. Repeater juga dapat diikutsertakan untuk meregenerasi
sinyal-sinyal dalam jaringan coaxial sehingga dalam instalasi network cukup
jauh dapat semakin optimal. Kabel coaxial juga jauh lebih murah dibanding Fiber
Optic, coaxial merupakan teknologi yang sudah lama dikenal. Digunakan dalam
berbagai tipe komuniksai data sejak bertahun-tahun, baik di jaringan rumah,
kampus, maupun perusahaan.
ü Kecepatan dan keluaran: 10 -100 Mbps
ü Biaya rata-rata per node: murah
ü Media
dan ukuran konektor: medium
ü Panjang
kabel maksimum: 200m (disarankan 180m) untuk thin-coaxial dan 500m untuk
thick-coaxial
Saat bekerja dengan kabel, penting bagi kita untuk
mempertimbangkan ukurannya; seperti ketebalan, diameter, pertambahan kabel
sehingga akan menjadi pertimbangan atas kesulitan saat instalasi dilapangan. Kita juga harus ingat bahwa kabel akan mengalami
tarikan-tarikan dan tekukan di dalam pipa. Kabel coaxial datang dalam beragam
ukuran. Diameter terbesar diperuntukkan sebagai backbone Ethernet karena secara
historis memiliki ketahanan transmisi dan daya tolak interferensi yang lebih
besar. Tipe kabel coaxial ini sering disebut dengan thicknet, namun dewasa ini
sudah banyak ditinggalkan. Kabel coaxial lebih mahal saat
diinstal dibandingkan kabel twisted-pair.
c.
Fiber-Optic Cable (Kabel Serat Optik)

Gambar 5. Fiber-Optic
Cable (Kabel Serat Optik)
Kabel fiber optic merupakan media networking yang mampu
digunanakan untuk transmisi-transmisi modulasi. Jika dibandingkan media-media
lain, fiber optic memiliki harga lebih mahal, tapi cukup tahan terhadap
interferensi elektromagnetis dan mampu beroperasi dengan kecepatan dan
kapasitas data yang tinggi.
Beberapa keuntungan
kabel fiber optic:
ü Kecepatan: jaringan-jaringan fiber optic beroperasi pada
kecepatan tinggi, mencapai gigabits per second;
ü Bandwidth: fiber optic mampu membawa paket-paket dengan
kapasitas besar;
ü Distance: sinyal-sinyal dapat ditransmisikan lebih jauh
tanpa memerlukan perlakuan “refresh” atau “diperkuat”;
ü Maintenance:
kabel-kabel fiber optic memakan biaya perawatan relative murah.
Tipe-tipe kabel fiber optic:
ü Kabel single mode merupakan sebuah serat tunggal dari
fiber glass yang memiliki diameter 8.3 hingga 10 micron. (satu
micron besarnya sekitar 1/250 tebal rambut manusia)
ü Kabel
multimode adalah kabel yang terdiri atas multi serat fiber glass, dengan
kombinasi (range) diameter 50 hingga 100 micron. Setiap fiber dalam kabel multimode mampu membawa sinyal
independen yang berbeda dari fiber-fiber lain dalam bundel kabel.
ü Plastic Optical Fiber merupakan kabel berbasis plastic
terbaru yang memiliki performa familiar dengan kabel single mode, tetapi
harganya sedikit murah.
Kontruksi
kabel fiber optic
ü Core:
bagian ini merupakan medium fisik utama yang mengangkut sinyal-sinyal data
optical dari sumber ke device penerima. Core berupa helai tunggal dari glass atau plastik yang kontinyu (dalam
micron). Semakin beasr ukuran core, semakin banyak data yang
dapat diantarkan. Semua kabel fiber optic diukur mengacu pada diameter core-nya.
ü Cladding: merupakan lapisan tipis yang menyelimuti fiber
core.
ü Coating: adalah lapisan plastik yang menyelimuti core dan
cladding. Penyangga coating ini diukur dalam micron dan memilki range 250
sampai 900 micron.
ü Strengthening fibers: terdiri atas beberapa komponen yang
dapat menolong fiber dari benturan kasar dan daya tekan tak terduga selama
instalasi
ü Cable jacket: merupakan lapisan terluar dari keseluruhan
badan kabel.
C.Media Transmisi Unguided
Media unguided mentransmisikan gelombang electromagnetic
tanpa menggunakan konduktor fisik seperti kabel atau serat optik. Contoh
sederhana adalah gelombang radio seperti microwave, wireless mobile dan lain
sebagainya. Media ini memerlukan
antena untuk transmisi dan penerimaan (transmiter dan receiver). Ada dua jenis
transmisi, Point-to-point (unidirectional) yaitu dimana pancaran terfokus pada
satu sasaran. Broadcast (omnidirectioanl) yaitu dimana sinyal terpancar ke
segala arah dan dapat diterima oleh banyak antena. Tiga macam wilayah
frekuensi, antara lain:
a.
Gelombang
mikro (microwave) 2 – 40 Ghz
b.
Gelombang
radio 30 Mhz – 1 Ghz
c.
Gelombang
inframerah
Untuk media tidak terpandu (unguided), transmisi dan
penerimaan dapat dicapai dengan menggunakan antena. Untuk transmisi, antena
mengeluarkan energi elektromsagnetik ke medium (biasanya udara) dan untuk
penerimaan, antena mengambil gelombang elektomagnetik dari medium sekitarnya.
Media transmisi tidak terpandu (unguided) terbagi atas empat bagian yaitu:
a.
Gelombang
Mikro Terrestrial (Atmosfir Bumi)
b.
Gelombang
Mikro Satelit
c.
Radio
Broadcast
d. Infra Merah
BAB V
Simpulan
Dari
makalah yang telah disusun, maka dapat disampaikan beberapa simpulan,
antaralain:
1.
Media
transmisi adalah media yang menghubungkan antara pengirim dan penerima informasi
(data), karena jarak yang jauh, maka data terlebih dahulu diubah menjadi
kode/isyarat, dan isyarat inilah yang akan dimanipulasi dengan berbagai macam
cara untuk diubah kembali menjadi data.
2.
Guided
media menyediakan jalur transmisi sinyal yang terbatas secara fisik, meliputi
twisted-pair cable, coaxial cable (kabel koaksial) dan fiber-optic cable (kabel
serat optik).
3.
Media
unguided mentransmisikan gelombang electromagnetic tanpa menggunakan konduktor
fisik seperti kabel atau serat optik. Contoh sederhana adalah gelombang radio
seperti microwave, wireless mobile dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA
Admin. 2010. Komunikasi Data, (online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Komunikasi_data,
diakses tanggal 30 September 2010).
Admin. 2010. Media Transmisi, (online), (http://id.wikipedia.org/wiki/Media_transmisi,
diakses tanggal 30 September 2010).
Akib, Faisal. 2010. Media Transmis Wiredi, (online), (http://teknik-informatika.com/media-transmisi-wired/,
diakses tanggal 30 September 2010).
Andita, Rizkey. 2010. Media Transmisi Wireless Nirkabel pada Media Komunikasi Data, (online),
(http://rizkeyandita.blogspot.com/2010/06/media-transmisi-wireless-nirkabel-pada.html,
diakses tanggal 30 September 2010).
Fitri. 2010. Media Transmisi, (online), (http://kuliahkomdat.blogspot.com/2008/02/media-transmisi.html,
diakses tanggal 30 September 2010).
Read Users' Comments (0)










