Dasar Pengolahan Citra Digital
1
Pengertian Citra Digital
Citra adalah
gambar dua dimensi yang dihasilkan dari gambar analog dua dimensi yang kontinu
menjadi gambar diskrit melalui proses sampling. Gambar analog dibagi menjadi N
baris dan M kolom sehingga menjadi gambar diskrit. Persilangan antara baris dan
kolom tertentu disebut dengan piksel. Contohnya adalah gambar/titik diskrit
pada baris n dan kolom m disebut dengan piksel
Secara harafiah,
citra (image)
adalah gambar
pada bidang dwimatra (dua dimensi). Gambar 1.1
adalah citra seorang gadis model yang bernama Lena, dan gambar di sebelah kanannya adalah citra kapa l di sebuah pelabuhan.
Ditinjau dari sudut pandang
matematis,
citra
merupakan
fungsi
menerus
(continue) dari intensitas cahaya pada
bidang dwimatra. Sumber cahaya menerangi objek, objek memantulkan kembali sebagian dari berkas cahaya tersebut. Pantulan cahaya ini ditangkap oleh
oleh alat-alat optik, misalnya mata pada
manusia,
kamera, pemindai
(scanner), dan sebagainya, sehingga bayangan objek yang disebut citra tersebut terekam.
Citra sebagai keluaran dari suatu sistem perekaman data dapat bersifat [MUR92] :
1.
optik berupa foto,
2.
analog berupa sinyal video seperti gambar pada monitor televisi,
3.
digital yang dapat langsung disimpan pada suatu pita magnetik.
Citra bergerak
(moving images)
adalah
rangkaian citra diam
yang ditampilkan secara beruntun
(sekuensial) sehingga memberi
kesan
pada mata kita sebagai gambar
yang bergerak. Setiap
citra di dalam
rangkaian itu
disebut frame. Gambar-gambar yang tampak pada film layar lebar atau televisi
pada hakikatnya terdiri
atas ratusan sampai ribuan frame.











0 Response to "Dasar Pengolahan Citra Digital"
Posting Komentar